Tampilkan postingan dengan label UKG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UKG. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

BERIKUT JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN UTN (UKG) ULANG 2 TAHUN 2017

SUARAPGRI - Bagi yang belum lulus UTN/UKG  Ulang ke 1 tahun 2017 masih ada UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017 sampai dengan UKG ulang ke 4.

Berikut ini Jadwal Tahapan Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017. Mungkin untuk UKG ulang ke 3 dan 4 akan dilaksanakan tahun 2018.


Berdasarkan Surat Dirjen GTK tertanggal 29 September 2017 peserta sertifikasi guru yang belum lulus PLPG diberi kesempatan untuk mengikuti UTN (UKG) Ulang sebanyak 4 kali

Adapun Jadwal Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017 direncanakan tanggal 6 – 11 November 2017.

Adapun Jadwal Jadwal Tahapan Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017.

Sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 29 Tahun 2016 tentang sertifikasi guru bagi Guru yang diangkat sebelum tahun 2016 bahwa bagi peserta sertifikasi guru yang dinyatakan lulus PLPG namun belum lulus UKG setelah PLPG diberikan kesempatan untuk mengulalng UKG sebanyak 4 (empat) kali dalam jangka waktu 2 (dua) tahun berturut-turut dihitung sejaka mengikuti PLPG.

Oleh karen itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan uji kompetensi guru setelah PLPG ulang kedua (UKG ulang 2) bagi peserta yang belum lulus UKG ulang 1 yang telah diselenggarakan pada tanggal 25 s.d 29 April 2017 lalu.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami ohon bantuan dan kerjasama Saudara sebagai beirikut ini:

1. Menyampaikan informasi pelaksanaan UKG ulang 2 kepada guru pesrta PLPG Tahun 2016 yang belum lulus UKG ulang 1 dengan mengakses situs daring www.kemdiknas.swin.net.id.

2. Merekomendasikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk UKG Ulang II berdasarkan data peserta per propinsi (terlampir) dengan mengacu pada prinsip penentuan TUK pada pelaksanaan UKG Ulang I.

3. Melakukan penempatan (plotting) peserta UKG Ulang II ke TUK yang ditetapkan bersama Dinas Pendidikan Propinsi.

4. UKG Ulang II dilaksanakan pada tanggal 6 s.d 11 November 2017 di tempat uji kompetensi (TUK) yang telah ditentukan secara serentak di seluruh proponsi di Indonesia.

5. Mengirimkan hasil rekomendasi TUK yang telah disepakati ke alamat email bagren.gtk.@kemdikbud.go.id paling lambat tanggal 2 oktober 2017.



Demikian informasi terbaru yang kami bagikan.
Semoga bermanfaat bagi bapak/ibu guru dalam mengikuti Pelaksanaan UTN (UKG) Ulang 2 Tahun 2017.

Sabtu, 23 September 2017

KABAR GEMBIRA!! KEMENDIKBUD PERMUDAH UJI KOMPETENSI DAN PENCAIRAN TUNJANGAN PROFESI GURU

SUARAPGRI - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengubah skema kelulusan Uji Kompetensi Guru (UKG) dan pencairan tunjangan profesi guru (TPG). Kebijakan ini demi menanggapi banyaknya keluhan dari para guru terkait dengan nilai ambang batas UKG yang dinilai terlalu tinggi.

Asal tahu saja, pada UKG tahun 2016 nilai minimal kelulusan (passing grade) ditetapkan sebesar 80 poin.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Uji Kompetensi Guru dapat diambil dari konversi pengalaman kerja.

Berdasarkan informasi yang di lansir dari laman korpri.id, "Kalau 80 itu berlaku untuk guru muda yang masih melek komputer. Kalau yang sudah tua tidak usah 80, bisa dikonversi pengalaman kerja," kata Menteri Muhadjir Effendy di Jakarta belum lama ini.

Menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengaku telah menginstruksikan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi untuk segera membenahi proses UKG. Sebab, lulus tidaknya UKG seorang guru akan berhubungan dengan tunjangan yang akan diberikan.

Dirinya juga menyayangkan panjangnya proses untuk memperoleh tunjangan profesi guru (TPG) yang disebabkan karena anggaran yang telah dialokasikan akan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA).

Menteri Muhadjir juga menjelaskan bahwa, untuk mempermudah guru mendapatkan TPG, dirinya telah meminta ada pengalihan syarat sertifikasi guru yang semula hanya 24 jam tatap muka, menjadi 40 jam bekerja sesuai beban kerja ASN.

Selain itu juga, Mendikbud Muhadjir juga berpendapat para guru hanya perlu melakukan riset-riset, bukan dipersulit dengan pembuatan karya ilmiah guru. Karena menurutnya, karya ilmiah adalah ranah profesor.

"Guru kalau ada catatan portofolio murid, bisa dipakai untuk riset, lebih otentik. 15 halaman saja, bagikan ke guru lain untuk diskusi," tutur Muhadjir Effendy.

Apabila skema kelulusan UKG dan pencairan sertifikasi atau tunjangan profesi guru (TPG) yang baru jadi diterbitkan, maka akan memberikan kemudahan bagi para guru.

Jumat, 22 September 2017

MENDIKBUD BAKAL UBAH SKEMA KELULUSAN UKG DAN PENCAIRAN SERTIFIKASI (TPG)

SUARAPGRI - Menterir Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan merubah Skema Kelulusan UKG Dan Pencairan Sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membenahi Uji Kompetensi Guru (UKG).Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebut Uji Kompetensi Guru (UKG) dapat diambil dari konversi pengalaman kerja.


Hal tersebut mengomentari keluhan sejumlah guru yang menilai batas nilai 80 terlalu tinggi dalam UKG.

"Kalau 80 itu berlaku untuk guru muda yang masih melek komputer. Kalau yang sudah tua, tidak usah 80, bisa pakai konversi pengalaman kerja," kata Menteri Muhadjir saat memberi arahan pada dinas provinsi se-Indonesia di (Kemendikbud), Jakarta, Senin (18/9).

Mendikbud Muhadjir mengatakan, selama ini kenaikan pangkat dihubungkan dengan pengalaman kerja. Hal itu merupakan upaya menghargai pengalaman kerja guru itu.

Muhadjir Effendy menginstruksikan, pada Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi untuk membenahi proses UKG. Sebab, ia mengatakan lulus tidaknya UKG seorang guru berhubungan dengan tunjangan yang diberikan.

Ia justru menyayangkan apabila ada proses yang panjang dalam memperoleh tunjangan profesi guru (TPG). Salah satunya, karena anggaran yang sudah dialokasikan akan menjadi silpa.

"UKG minta benahi, 80 tetap bagi mereka yang baru lulus," pungkasnya.

Selain itu juga, ia meminta ada pengalihan syarat sertifikasi guru, dari 24 jam tatap muka menjadi 40 jam bekerja sesuai beban kerja ASN. Ia meyakini model beban kerja itu tidak akan mempersulit guru mendapat TPG.

Kemudian Menteri Muhadjir juga meminta tidak perlu mempersulit pembuatan karya ilmiah guru. Menurutnya, karya ilmiah adalah ranah profesor. Sementara guru, ia mengatakan cukup melakukan riset-riset.

Ia menyebut guru dapat mencontoh dokter dalam meriset suatu persoalan, khususnya masalah pendidikan. Ia berujar selama ini seorang dokter harus memperbarui izin praktik dalam jangka waktu lima tahun sekali.

Dokter melakukan pembaruan izin menggunakan catatan dari sejumlah pengalaman menangani pasien. Menurutnya, guru dapat melakukan hal serupa, yakni pengalaman menangani pelajar.

"Guru kalau ada catatan portofolio murid, bisa dipakai untuk riset, lebih otentik, 15 halaman saja, bagikan ke guru lain untuk diskusi," ujarnya.


Demikian informasi terbaru yang kami bagikan, semoga bermanfaat bagi bapak/ibu guru.

Follow Me

Popular Posts